Beranda
   Weblog bung Aswin
   Kliping Berita
   Peraturan
   Bahan_Kuliah
   Dissertation
   Kuliah_Komputer
   Balanced_Scorecard
   Pustaka
   Pilkada_Kukar
   ESQ
   Bea_Siswa
   Dari_Belanda
   Qur'an_Hadist
   04_Profil_Azwar
   03_Profil_Akbar
   05_Profil_Amalia
   06_Profil_Affan
   02_Profil_Ny_Aswin
   Forum Konsultasi
   01_Profil_BUNG_ASWIN
   A r t i k e l
   Galeri Foto
   Isi Buku Tamu
   Lihat Buku Tamu

 

 

 

   


MACAM-MACAM OPINI BPK


dprdkutaikartanegara.go.id - 11 December 2009 14:28:41 WITA
Akhir-akhir ini dilingkungan Pemerintah Daerah kita sering mendengar istilah Wajar Tanpa Pengeculian atau Disclaimer. Terutama yang berkaitan dengan Pemeriksaan Laporan Keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Dimana ditemukan istilah itu dan mana yang baik, apa saja tingkatannya ? baiknya dibaca saja uraian berikut ini.

• Opini pemeriksan BPK dalam Negara Republik Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara. Mengenai Opini terdapat pada Pasal 16 ayat (1) bahwa : Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah memuat opini.
• Lebih tegas lagi diterangkan dalam Penjelasan Pasal 16 ayat (1) Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 diatas sebagai berikut :
Opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria

(i) kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan,
(ii) kecukupan pengungkapan (adequate disclosures),
(iii) kepatuhan terhadap peraturan perundang undangan, dan
(iv) efektivitas sistem pengendalian intern.

Terdapat 4 (empat) jenis opini yang dapat diberikan oleh pemeriksa, yakni :

(i) opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion),
(ii) opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion),
(iii) opini tidak wajar (adversed opinion), dan
(iv) pernyataan menolak memberikan opini (disclaimer of opinion).

• Manakah diantara opini-opini tersebut yang dianggap paling baik ?. Menurut Usmansyah dalam Warta Pengawasan Vol XVI/2/Juni 2009 sebagai berikut :

1) Opini yang paling baik adalah Wajar Tanpa Pengeculian (Unqualified Opinion).
Opini ini diberikan karena auditor meyakini, berdasar bukti-bukti audit yang dikumpulkan, laporan keuangan telah bebas dari kesalahan-kesalahan atau kekeliruan yang material.

2) Opini terbaik kedua adalah Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion).
Opini diberikan karena meskipun ada kekeliruan, namun kesalahan atau kekeliruan tersebut secara keseluruhan tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan.

3) Opini paling buruk adalah Tidak Wajar (Adverse Opinion).
Opini diberikan karena auditor meyakini, berdasar bukti-bukti yang dikumpulkannya, bahwa laporan keuangan mengandung banyak sekali kesalahan atau kekeliruan yang material. Artinya, laporan keuangan tidak menggambarkan kondisi keuangan secara benar.

4) Opini Tidak Memberikan Pendapat atau Menolak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion) tidak bisa diartikan bahwa laporan keuangan sudah benar atau salah.
Opini diberikan karena auditor tidak bisa meyakini apakah laporan keuangan benar atau salah. Ini terjadi karena auditor tidak bisa memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan untuk bisa menyimpulkan dan menyatakan apakah laporan sudah disajikan dengan benar atau salah.

• Pendapat atau opini BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) merupakan pernyataan professional pemeriksa tentang tingkat kewajaran informasi yang disajikan dalam laporan keuangan. Menurut Anwar Nasution (2008) pendapat tersebut diberikan berdasarkan penilaian mengenai kewajaran atas laporan keuangan yang meliputi enam aspek aserasi manajemen, yaitu :

1) Existence and occurance (keberadaan dan keterjadian), artinya bahwa transaksi yang dilaporkan dalam laporan keuangan benar benar terjadi, bukan fiktif.

2) Completeness (kelengakapan), yang berarti bahwa laporan keuangan telah memuat secara lengkap semua penerimaan, pengeluaran, hak, kewajiban, dan kekayaan bersih suatu entitas.

3) Right and obligation(hak dan kewajiban), yaitu bahwa apa yang tersaji dalam laporan keuangan benar-benar merupakan hak dan kewajiban entitas yang diperiksa.

4) Valuation and allocation (ketepatan penilaian dan pengalokasian), artinya bahwa semua penerimaan, pengeluaran, asset, kewajiban dan kekayaan bersih yang disajikan dalam laporan keuangan telah dinilai secara wajar dan dialokasikan pada akun yang sesuai.

5) Presentation dan disclosure (Penyajian dan pengungkapan), yaitu bahwa laporan keuangan telah disajikan dan diungkapkan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

6) Ketaatan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, artinya bahwa manajemen telah melaksanakan tugas, fungsi dan kegiatan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

• Selanjutnya Anwar Nasution (2008) menerangkan bahwa ada berbagai alasan yang menyebabkan BPK memberikan opini buruk terhadap LKPD. Alasan-alasan itu antara lain sebagai berikut :

1) APBD terlambat disahkan, sehingga banyak pekerjaan yang dipaksakan penyelesaiannya di akhir tahun anggaran. Banyak pekerjaan yang sudah dinyatakan selesai pada akhir tahun, namun pada kenyataannya pada saat diperiksa, belum selesai.

2) Sistem akuntansi belum ditetapkan atau sudah ditetapkan tetapi tidak dilaksanakan dan tidak di update sesuai dengan perkembangan. Laporan keuangan tidak disusun secara berjenjang, sehingga sulit ditelusuri asal usul angka yang disajikan dalam laporan keuangan.

3) Sistem Komputerisasi tidak kompatibel satu sama lain, sehingga outputnya tidak bisa diandalkan.

4) Kelemahan pada administrasi asset, baik mengenai keberadaan, bukti kepemilikan maupun penilaian (valuation).

5) Pelanggaran ketentuan dalam penggunaan anggaran, seperti penggunaan langsung pendapatan daerah, adanya penerimaan daerah yang disimpan pada rekening-rekening diluar rekening kas daerah, pembayaran pekerjaan yang melebihi prestasi (terutama di akhir tahun), bantuan sosial fiktif dan pembayaran berbagai tambahan penghasilan kepada pejabat daerah yang tidak sesuai dengan ketentuan.

6) Kualitas SDM yang kurang memadai, yaitu sangat minimnya tenaga yang memahami akuntansi dan pengelolaan keuangan.

7) Belum berfungsinya satuan pengawasan intern untuk melakukan penjaminan mutu (quality assurance) laporan keuangan sebelum diperiksa BPK


Tenggarong, 11 December 2009

ArtikelSebelumnya:

Non Job dan Kerjasama
06 July 2009 09:23:28 WITA


Tentang Ziarah
13 September 2008 23:38:56 WITA


Pak Harto
27 January 2008 23:10:15 WITA


Mengapa saya berhari raya hari Sabtu ?
13 October 2007 22:48:34 WITA


"62 Tahun Kemerdekaan Indonesia, Pergulatan Peran HMI"
20 August 2007 00:55:36 WITA


Analisis Politik : Berharap dari Silaturahmi Golkar-PDI-P
27 June 2007 01:13:15 WITA


Aklamasi atau Voting serta Qourum Rapat ditentukan usulan FRAKSI GOLKAR
05 May 2007 19:27:29 WITA


Dahri Yasin, SH Menyalahkan sekaligus Mempertahankan Pimpinan DPRD Kukar
30 April 2007 09:37:49 WITA


SETELAH APBD DISETUJUI BERSAMA, KITA LEMBUR LAGI ? DPA-SKPD (DASK) disampaikan ke BPK awal tahun !
30 November 2006 23:50:28 WITA


Langkah Cepat Menguasai Isi Buku
20 November 2006 22:20:50 WITA


Balanced Scorecard: Sebuah Peta untuk Penyelarasan Perusahaan
19 November 2006 00:38:21 WITA


Menuju Efisiensi Demokrasi
18 November 2006 00:38:57 WITA


Ujian Politik Partai Golkar
09 November 2006 03:42:09 WITA


MIMPI SATU ATAP
08 November 2006 00:28:07 WITA


Idul Fitri, Kemenangan (untuk Siapa?)
23 October 2006 22:41:21 WITA


Bea Siswa 2004 dari Pemprov. Kaltim dan sebuah Arogansi
04 June 2006 10:54:31 WITA


Perkuat Koneksitas, Guna Revitalisasi Diri, Sekolah dan Pembangunan Daerah
29 May 2006 00:36:16 WITA


RAPBD di masa Transisi PP 58/2005.
06 May 2006 15:57:52 WITA


Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota
25 November 2005 00:46:31 WITA


REAKTUALISASI PERAN PEMUDA MENYONGSONG PILKADA DI KUTAI KARTANEGARA
06 April 2005 02:16:55 WITA


Google
 
Web bung-aswin.com

 



 Pustaka Gratis

 Journal UMS

 Yahoo Indonesia

 Indonesia Headline

 Download Youtube

 Koran Kaltim

 Prakiraan Cuaca

 Antara

 BPK RI Perw Kaltim

 Google Indonesia

 BBC London

 Kurs Mata Uang

 BPK

 Universitas Brawijaya

 Businessweek Technology

 Detik.com

 Desentralisasi Fiskal

 DPRD Kutai Kartanegara

 ESQ Information

 Facebook ASWIN

 GSICS KOBE UNIVERSITY

 GTZ Kerjasama Indonesia_Jerman

 Harvard Business School

 Teknologi Baru

 HMI_News.com

 INILAH.COM

 Kaltim Post

 Provinsi Kaltim

 Kompas

 KPK

 KutaiKartanegara.com

 PERATURAN

 LIPUTAN 6 SCTV

 Lembaga Survey Indo

 Baca Koran Tabloid

 Media Indonesia

 Jadwal Shalat

 Pembelajar.com

 RSU AM PARIKESIT

 Ruang Baca

 Samarinda Pos

 Info Media SDA Asia OL

 Tempo Interaktif

 The Jakarta Post

 Tribun Kaltim

 Universitas Kutai Kartanegara

 Universitas Mulawarman

 Universitas Jend. Soedirman

 Balanced Scorecard

 

 

 

:: Copyright © 2005 Bung-Aswin.com ::

login